Rabu, 30 Oktober 2013

TUGAS 3

PENGARUH METODE MENGAJAR GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA

Mengajar merupakan suatu proses yang kompleks tidak hanya sekedar menyampaikan informasi dari guru kepada siswa banyak kegiatan maupun tindakan yang harus dilakukan terutama jika diinginkan hasil belajar lebih baik.Untuk itu seoarang guru perlu menggunakan metode-metode dalam menyampaikan pelajarannya. Metode pelajaran sangat beraneka ragam dengan mempertimbangkan apakah suatu metode pembelajaran cocok untuk mengajarkan materi pelajaran tertentu,metode pembelajaran menekankan pada proses belajar siswa aktif dalam upaya memperoleh kemampuan hasil belajar dan juga metode mengajar yang dipilih sepatutnya disesuaikan dengan bentuk belajar atau hasil belajar yang diharapkan di peroleh siswa.
              

             Belajar pada dasarnya merupakan suatu proses perubahan tingkah laku yang terjadi dari adanya interaksi antara seorang guru dengan lingkungannya. Proses pembelajaran seharusnya menekan pada metode atau cara bagaimana membelajarkan kepada siswa, proses pembelajaran dilaksanakan dalam rangka memberi kesempatan kepada siswa memperoleh pengalaman belajar, proses pembelajaran lebih banyak diarahkan untuk mempelajari mata pelajaran prosesnya dapat beraneka ragam mulai dari yang sederhana dengan menggunakan ceramah sampai kepada yang kompleks seperti dengan metode penemuan.

          
             Pembelajaran merupakan sebuah kegiatan yang wajib kita lakukan kepada anak atau siswa, karena itu merupakan kunci sukses untuk menggapai masa depan yang cerah, mempersiapkan generasi bangsa dengan wawasan ilmu pengetahuan yang tinggi.
            Pada akhirnya akan berguna bagi bangsa, Negara, dan Agama. Melihat peran yang begitu vital, maka menerapkan metode yang efektif dan efesien adalah sebuah keharusan. Dengan harapan proses belajar mengajar akan berjalan menyenangkan dan tidak membosanka.

KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

             Untuk mengatasi masalah ini diperlukan sebuah metode pembelajaran yang mampu menolong dan relevan dengan kondisi siswa. Metode pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar sesuai dengan siswa yang memiliki motivasi tinggi, dan sesuai juga dengan siswa yang memiliki motivasi belajar yang rendah. Metode yang bukan saja memberikan kemudahan bagi siswa namun juga memudahkan kerja guru untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Metode dapat berfungsi untuk memberikan pernyataan singkat dan rangsangan yang khusus mengenai isi materi dari mata pelajaran yang telah dipelajari dan contoh-contoh acuan yang mudah diingat untuk setiap konsep, prosedur atau prinsip yang diajarkan.
           Melihat pentingnya penggunaan metode pada setiap proses pembelajaranmaka peneliti mencoba mengkaji kefektifan metode pembelajaran dalam membelajarkan pada siswa. Selain itu, faktor, yang sangat menentukan prestasi belajar siswa adalah motivasi siswa itu sendiri untuk berprestasi. Sering dijumpai siswa yang memiliki intelegensi yang tinggi tetapi prestasi belajar yang dicapainya rendah, akibat kemampuan intelektual yang dimilikinya tidak/kurang berfungsi secara optimal. Salah satu faktor pendukung agar kemampuan intelektual yang dimiliki siswa dapat berfungsi secara optimal adalah adanya motivasi untuk berprestasi tinggi dalam dirinya. Motivasi merupakan perubahan tenaga di dalam diri seseorang yang ditandai oleh dorongan afektif dan reaksi-reaksi untuk mencapai tujuan dan merupakan bagian dari belajar

Kegunaan Metode Pembelajaran Penemuan (discovery)
Kegunaan Metode
Pembelajaran Diskusi
Membangkitkan, sikap untuk menemukan sendiri masalah dan pemecahannya
Membangkitkan pelajaran untuk mampu hidup dan belajar secara
Membangkitkan kreatifitas untuk
Memberikan keleluasaan dalam berfikir, berenofasi, serta berinprovisasi
ilembangkitkan daya kerja sama
Menumbuhkan sifat kerja bersama dalam mencari dan memecahkan masalah
Membangkitkan rasa percaya diri dan
Membangkitkan rasa keinginan
Membentuk wahana berfikir dan tanggapterhadap situasi dan keadan


Pengaruh Interaksi Antara Metode Discovery dan Motivasi Belajar Siswa terhadap Hasil Belajar 

              Jika ditinjau dari prinsip pengajaran yang terletak pada keaktifan belajar siswa, maka tingkat motivasi belajar yang dimiliki siswa dapat membuatnya lebih aktif belajar dan metode pengajaran tertentu yang diterapkan dapat pula mendukung keaktifan siswa yang diunggulkan oleh motivasinya. Makin tinggi motivasi siswa diharapkan makin aktifis belajar untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Pengajaran dengan metode pembelajaran discovery memberikan peluang yang lebih besar terhadap siswa yang mempunyai motivasi tinggi untuk mengembangkan kreatifitasnya dalam proses belajar, sebab metode ini menuntut siswa untuk menemukan dan memecahkan masalah yang dihadapi secara aktif. Tetapi bagi siswa yang diajar dengan metode pembelajaran diskusi kelompok keaktifan siswa yang mempunyai motivasi tinggi untuk mencari dan menemukan masalah terbatas oleh keaktifan guru. Sebab para siswa menerima pelajaran secara pasif dan terikat pada penjelasan guru. Dengan demikian anggota kelompok yang suka mengeluarkan pendapat-nya dan langkah urutan pengajarannya bisa terhambat. sehingga akhirnya motivasi belajar mereka yang lebih tinggi terhadap pelajaran tidak  berkembang secara optimal.
                Bagi siswa yang mempunyai motivasi belajar rendah terhadap materi pelajaran tentu ia akan kurang aktif dalam proses belajar-mengajar, akibatnya akan sulit memperoleh basil belajar yang lebih tinggi.
                Jika ditinjau dari situasi belajar yang dapat melayani keaktifan belajar siswa terutama apabila dalam menggunakan proses mentalnya untuk menemukan konsep atau prinsip yang bisa tertinggal jika tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi. Pembelajaran dengan metode discovery diduga akan lebih efektif, namun hal ini berlaku bagi siswa yang mempunyai motivasi tinggi, yakni siswa yang memberikan perhatian secara penuh terhadap pelajaran. Sementara bagi siswa yang memiliki motivasi rendah, akan mengalami hambatan belajar, apabila metode ini mengajarkan ajaran untuk mencari jawaban ditambah dengan kejelasan tujuan yaitu dengan penemuan sendiri.
            Ditinjau dari proses berfikir yang dilakukan dalam kedua metode belajar ini, diduga pengajaran dengan menggunakan metode diskusi kelompok lebih sesuai bagi siswa yang bermotivasi rendah, sebab pada metode mengajar ini keaktifan belajar siswa banyak mendapat bantuan dari rekan kelompok, pemimpin kelompok dan guru.
            Berbekal penjelasan guru, pengaturan pemimpin diskusi kelompok dari awal sampai akhir pelajaran dan contoh-contoh soal yang diberikan, kemungkinan keinginan belajar mereka akan bisa dimotivasi, semakin lama dapat merancang mereka untuk memberi perhatian pada pelajaran. Keadaan ini membuat mereka lebih aktif dalam proses belajar dibanding dengan siswa lainnya dengan menggunakan metode discovery.
            Di sisi lain keaktifan siswa yang mempunyai pembelajaran sulit berkembang, karena kengiatan belajar sangat tergantung kepada motivasi dan karakteristik individu. Pada materi pembelajaran diskusi kelompok ini siswa betul-betul dituntut perhatiannya kepada pelajaran, karena mereka harus mengkait­kaitkan materi pelajaran dan berusaha membeberkan atau mencetuskan pendapatnya sendiri. Dengan demikian proses belajar mengajar yang menggunakan metode discovery diperkirakan akan memberikan hasil belajar yang lebih tinggi bagi siswa yang mempunyai motivasi rendah dibandingkan menggunakan metode pembelajaran diskusi kelompok.
             Berdasarkan uraian-uraian di atas, diduga bahwa terdapat interaksi antara metode pembelajaran yang digunakan dengan motivasi belajar siswa dalam mempengaruhi prestasi belajar siswa dalam pelajaran.

Kesimpulan

1.    Tidak terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan metode discovery dengan siswa yang dibelajarkan dengan metode diskusi kelompok.
2.    Terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang memiliki motivasi belajar rendah dengan siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi.
3.    Ada interaksi antara metode pembelajaran dan motivasi belajar siswa dalam mempengaruhi hasil belajar berdasarkan uji lanjut dengan menggunakan Uji Tukey menunjukkan bahwa:
1.    Hasil belajar siswa bermotivasi belajar tinggi yang dibelajarkan dengan menggunakan metode discovery, tidak berbeda signifikan dengan hasil belajar siswa bermotivasi belajar rendah yang dibelajarkan dengan menggunakan metode diskusi kelompok.
2.    Hasil belajar siswa bermotivasi belajar tinggi yang dibelajarkan dengan menggunakan metode discovery, berbeda signifikan dengan hasil belajar siswa bermotivasi belajar tinggi yang dibelajarkan dengan menggunakan metode diskusi kelompok.
3.    Hasil belajar siswa bermotivasi belajar tinggi yang dibelajarkan dengan menggunakan metode discovery, berbeda signifikan dengan hasil belajar siswa bermotivasi belajar rendah yang dibelajarkan dengan menggunakan metode discovery.
4.    Hasil belajar siswa bermotivasi belajar rendah yang dibelajarkan dengan menggunakan metode diskusi kelompok, tidak berbeda signifikan dengan hasil belajar siswa bermotivasi belajar tinggi yang dibelajarkan dengan menggunakan metode diskusi kelompok.
5.    Hasil belajar siswa bermotivasi belajar rendah yang dibelajarkan dengan menggunakan metode diskusi kelompok, berbeda signifikan dengan hasil belajar siswa bermotivasi belajar rendah yang dibelajarkan dengan menggunakan metode discovery.
6.    Hasil belajar siswa bermotivasi. belajar tinggi yang dibelajarkan dengan menggunakan metode diskusi kelompok, tidak berbeda signifikan dengan basil belajar siswa bennotivasi belajar rendah yang dibelajarkan dengan menggunakan metode discovery.

Implikasi

          Untuk dapat menjalankan tugasnya dengan baik, para guru dituntut menguasai berbagai metode pembelajaran yang akan digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Selain itu, guru juga harus memperhatikan karakteristik siswa. Dengan menguasai berbagai macam metode pembelajaran, guru dapat menguasai kelebihan dan kelemahan masing-masing metode pembelajaran. Selanjutnya dengan mengetahui karakteristik siswa, guru dapat menentukan metode pembelajaran yang tepat untuk diterapkan sesuai dengan karakteristik siswa.
         Dalam pembelajaran bidang studi, akan diperoleh hasil belajar yang baik apabila dalam menyampaikan materi pelajaran, guru dapat menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa. Temuan penelitian ini  membuktikan bahwa penerapan metode pembelajaran tertentu pada kelompok subyek yang berbeda karakteristiknya akan memberikan hasil belajar yang berbeda pula.
         Agar pembelajaran dengan menggunakan metode discovery dapat berjalan lebih efektif, rnaka peran sebagai sarana unjuk kerja siswa dalam upaya membuktikan hipotesis dari permasalahan yang dihadapi siswa, harus lebih dioptimalkan. Hal lainnya adalah, siswa harus lebih banyak didekatkan sebanyak mungkin pada kenyataan bahwa segala fenomena yang ia temukan di dunia ini, adalah dapat dipelajari dari pendekatan, sehingga ia merasa tertarik untuk mempelajari secara lebih baik.
         Agar pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi kelompok dapat berjalan lebih efektif, diusahakan setiap siswa dalam satu kelompok diberi subpokok bahasan yang berbeda, sehingga setiap siswa memiliki peran dan tanggung jawab yang sama dalam upaya membantu teman satu kelompoknya, sehingga beban siswa yang memiliki kemampuan akademis lebih baik dari yang lain  dapat  dikurangi.   Di samping itu,   interaksi  siswa   ditingkatkan dengan  membuat satu kelompok lanjutan, dimana setiap siswa yang memiliki subpokok bahasan yang sama dari setiap kelompok bergabung kembali membuat kelompok ahli, kemudian dari diskusi. kelompok ahli, kembali lagi ke kelompok asal. Sehingga interaksi sesama siswa dapat terjadi berulang-ulang kali. Semakin banyak interaksi yang terjadi semakin besar efektivitas pembelajaran diskusi kelompok.
        Dalam penelitian ini,, metode pembelajaran discovery sangat sesuai dengan siswa yang memiliki. karakteristik motivasi belajar tinggi, dan kurang membantu bagi siswa yang memiliki motivasi belajar rendah. Sedangkan pada pembelajaran menggunakan metode diskusi kelompok, bersesuaian dengan tingkat motivasi belajar siswa baik rendah maupun tinggi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar