PENGARUH METODE MENGAJAR GURU
TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA
Mengajar merupakan suatu proses yang
kompleks tidak hanya sekedar menyampaikan informasi dari guru kepada siswa
banyak kegiatan maupun tindakan yang harus dilakukan terutama jika diinginkan
hasil belajar lebih baik.Untuk itu seoarang guru perlu menggunakan metode-metode dalam menyampaikan
pelajarannya. Metode pelajaran sangat beraneka ragam dengan mempertimbangkan
apakah suatu metode pembelajaran cocok untuk mengajarkan materi pelajaran tertentu,metode
pembelajaran menekankan pada proses belajar siswa aktif dalam upaya memperoleh
kemampuan hasil belajar dan juga metode mengajar yang dipilih sepatutnya
disesuaikan dengan bentuk belajar atau hasil belajar yang diharapkan di peroleh siswa.
Belajar pada dasarnya merupakan
suatu proses perubahan tingkah laku yang terjadi dari adanya interaksi antara
seorang guru dengan lingkungannya. Proses pembelajaran seharusnya menekan pada
metode atau cara bagaimana membelajarkan kepada siswa, proses pembelajaran
dilaksanakan dalam rangka memberi kesempatan kepada siswa memperoleh pengalaman
belajar, proses pembelajaran lebih banyak diarahkan untuk mempelajari mata
pelajaran prosesnya dapat beraneka ragam mulai dari yang sederhana dengan menggunakan ceramah sampai
kepada yang kompleks seperti dengan metode penemuan.
Pembelajaran merupakan sebuah
kegiatan yang wajib kita lakukan kepada anak atau siswa, karena itu merupakan
kunci sukses untuk menggapai masa depan yang cerah, mempersiapkan generasi
bangsa dengan wawasan ilmu pengetahuan yang tinggi.
Pada akhirnya akan berguna bagi
bangsa, Negara, dan Agama. Melihat peran yang begitu vital, maka menerapkan
metode yang efektif dan efesien adalah sebuah keharusan. Dengan harapan proses
belajar mengajar akan berjalan menyenangkan dan tidak membosanka.
KEGIATAN BELAJAR
MENGAJAR
Untuk mengatasi masalah ini
diperlukan sebuah metode pembelajaran yang mampu menolong dan relevan dengan
kondisi siswa. Metode pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar sesuai
dengan siswa yang memiliki motivasi tinggi, dan sesuai juga dengan siswa yang
memiliki motivasi belajar yang rendah. Metode yang bukan saja memberikan
kemudahan bagi siswa namun juga memudahkan kerja guru untuk menyampaikan pesan
pembelajaran. Metode dapat berfungsi untuk memberikan pernyataan singkat dan
rangsangan yang khusus mengenai isi materi dari mata pelajaran yang telah
dipelajari dan contoh-contoh acuan yang mudah diingat untuk setiap konsep,
prosedur atau prinsip yang diajarkan.
Melihat pentingnya penggunaan metode pada
setiap proses pembelajaranmaka peneliti mencoba mengkaji kefektifan metode
pembelajaran dalam membelajarkan pada siswa. Selain itu, faktor,
yang sangat menentukan prestasi belajar siswa adalah motivasi siswa itu sendiri
untuk berprestasi. Sering dijumpai siswa yang memiliki intelegensi yang tinggi
tetapi prestasi belajar yang dicapainya rendah, akibat kemampuan intelektual
yang dimilikinya tidak/kurang berfungsi secara optimal. Salah satu faktor
pendukung agar kemampuan intelektual yang dimiliki siswa dapat berfungsi secara
optimal adalah adanya motivasi untuk berprestasi tinggi dalam dirinya. Motivasi
merupakan perubahan tenaga di dalam diri seseorang yang ditandai oleh dorongan
afektif dan reaksi-reaksi untuk mencapai tujuan dan merupakan bagian dari
belajar
|
Kegunaan Metode Pembelajaran Penemuan (discovery)
|
Kegunaan Metode
Pembelajaran Diskusi
|
|
Membangkitkan, sikap untuk menemukan sendiri
masalah dan pemecahannya
|
Membangkitkan pelajaran untuk mampu hidup
dan belajar secara
|
|
Membangkitkan kreatifitas untuk
Memberikan keleluasaan dalam
berfikir, berenofasi, serta berinprovisasi
|
ilembangkitkan daya kerja sama
Menumbuhkan sifat kerja bersama
dalam mencari dan memecahkan masalah
|
|
Membangkitkan rasa percaya diri dan
|
Membangkitkan rasa keinginan
|
|
Membentuk wahana berfikir dan
tanggapterhadap situasi dan keadan
|
|
Pengaruh Interaksi Antara Metode Discovery
dan Motivasi Belajar Siswa terhadap Hasil Belajar
Jika ditinjau dari prinsip pengajaran yang terletak pada
keaktifan belajar siswa, maka tingkat motivasi belajar yang dimiliki siswa
dapat membuatnya lebih aktif belajar dan metode pengajaran tertentu yang
diterapkan dapat pula mendukung keaktifan siswa yang diunggulkan oleh
motivasinya. Makin tinggi motivasi siswa diharapkan makin aktifis belajar untuk
memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Pengajaran dengan metode pembelajaran
discovery memberikan peluang yang lebih besar terhadap siswa yang mempunyai
motivasi tinggi untuk mengembangkan kreatifitasnya dalam proses belajar, sebab
metode ini menuntut siswa untuk menemukan dan memecahkan masalah yang dihadapi
secara aktif. Tetapi bagi siswa yang diajar dengan metode pembelajaran diskusi
kelompok keaktifan siswa yang mempunyai motivasi tinggi untuk mencari dan
menemukan masalah terbatas oleh keaktifan guru. Sebab para siswa menerima
pelajaran secara pasif dan terikat pada penjelasan guru. Dengan demikian
anggota kelompok yang suka mengeluarkan pendapat-nya dan langkah urutan
pengajarannya bisa terhambat. sehingga akhirnya motivasi belajar mereka yang
lebih tinggi terhadap pelajaran tidak berkembang secara optimal.
Bagi
siswa yang mempunyai motivasi belajar rendah terhadap materi pelajaran tentu ia
akan kurang aktif dalam proses belajar-mengajar, akibatnya akan sulit
memperoleh basil belajar yang lebih tinggi.
Jika ditinjau dari situasi belajar yang dapat melayani
keaktifan belajar siswa terutama apabila dalam menggunakan proses mentalnya
untuk menemukan konsep atau prinsip yang bisa tertinggal jika tidak mempunyai
motivasi belajar yang tinggi. Pembelajaran dengan metode discovery diduga akan lebih
efektif, namun hal ini berlaku bagi siswa yang mempunyai motivasi tinggi, yakni
siswa yang memberikan perhatian secara penuh terhadap pelajaran. Sementara bagi
siswa yang memiliki motivasi rendah, akan mengalami hambatan belajar, apabila
metode ini mengajarkan ajaran untuk mencari jawaban ditambah dengan kejelasan
tujuan yaitu dengan penemuan sendiri.
Ditinjau dari proses berfikir yang dilakukan dalam kedua
metode belajar ini, diduga pengajaran dengan menggunakan metode diskusi
kelompok lebih sesuai bagi siswa yang bermotivasi rendah, sebab pada metode
mengajar ini keaktifan belajar siswa banyak mendapat bantuan dari rekan
kelompok, pemimpin kelompok dan guru.
Berbekal penjelasan guru, pengaturan pemimpin diskusi
kelompok dari awal sampai akhir pelajaran dan contoh-contoh soal yang
diberikan, kemungkinan keinginan belajar mereka akan bisa dimotivasi, semakin
lama dapat merancang mereka untuk memberi perhatian pada pelajaran. Keadaan ini
membuat mereka lebih aktif dalam proses belajar dibanding dengan siswa lainnya
dengan menggunakan metode discovery.
Di sisi lain keaktifan siswa yang mempunyai pembelajaran
sulit berkembang, karena kengiatan belajar sangat tergantung kepada motivasi
dan karakteristik individu. Pada materi pembelajaran diskusi kelompok ini siswa
betul-betul dituntut perhatiannya kepada pelajaran, karena mereka harus
mengkaitkaitkan materi pelajaran dan berusaha membeberkan atau mencetuskan
pendapatnya sendiri. Dengan demikian proses belajar mengajar yang menggunakan
metode discovery diperkirakan akan memberikan hasil belajar yang lebih tinggi
bagi siswa yang mempunyai motivasi rendah dibandingkan menggunakan metode
pembelajaran diskusi kelompok.
Berdasarkan uraian-uraian di atas, diduga bahwa terdapat
interaksi antara metode pembelajaran yang digunakan dengan motivasi belajar
siswa dalam mempengaruhi prestasi belajar siswa dalam pelajaran.
Kesimpulan
1. Tidak terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan
menggunakan metode discovery dengan siswa yang dibelajarkan dengan
metode diskusi kelompok.
2. Terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang memiliki motivasi belajar
rendah dengan siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi.
3. Ada interaksi antara
metode pembelajaran dan motivasi belajar siswa dalam mempengaruhi hasil belajar
berdasarkan uji lanjut dengan menggunakan Uji Tukey menunjukkan bahwa:
1. Hasil belajar siswa bermotivasi belajar tinggi yang
dibelajarkan dengan menggunakan metode discovery, tidak berbeda signifikan dengan hasil belajar siswa bermotivasi belajar rendah yang
dibelajarkan dengan menggunakan metode diskusi kelompok.
2. Hasil belajar siswa bermotivasi belajar tinggi yang
dibelajarkan dengan menggunakan metode discovery, berbeda signifikan dengan hasil belajar siswa bermotivasi belajar tinggi yang
dibelajarkan dengan menggunakan metode diskusi kelompok.
3. Hasil belajar siswa bermotivasi belajar tinggi yang
dibelajarkan dengan menggunakan metode discovery, berbeda signifikan dengan hasil belajar siswa bermotivasi belajar rendah yang
dibelajarkan dengan menggunakan metode discovery.
4. Hasil belajar siswa bermotivasi belajar rendah yang
dibelajarkan dengan menggunakan metode diskusi kelompok, tidak berbeda signifikan dengan hasil belajar siswa bermotivasi belajar tinggi yang
dibelajarkan dengan menggunakan metode diskusi kelompok.
5. Hasil belajar siswa bermotivasi belajar rendah yang
dibelajarkan dengan menggunakan metode diskusi kelompok, berbeda signifikan dengan hasil belajar siswa bermotivasi belajar rendah yang
dibelajarkan dengan menggunakan metode discovery.
6. Hasil belajar siswa bermotivasi. belajar tinggi yang
dibelajarkan dengan menggunakan metode diskusi kelompok, tidak berbeda
signifikan dengan basil
belajar siswa bennotivasi belajar rendah yang
dibelajarkan dengan menggunakan metode discovery.
Implikasi
Untuk dapat menjalankan tugasnya
dengan baik, para guru dituntut menguasai berbagai metode pembelajaran yang
akan digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Selain itu, guru juga harus
memperhatikan karakteristik siswa. Dengan menguasai berbagai macam metode
pembelajaran, guru dapat menguasai kelebihan dan kelemahan masing-masing metode
pembelajaran. Selanjutnya dengan mengetahui karakteristik siswa, guru dapat
menentukan metode pembelajaran yang tepat untuk diterapkan sesuai dengan
karakteristik siswa.
Dalam pembelajaran bidang studi,
akan diperoleh hasil belajar yang baik apabila dalam menyampaikan materi
pelajaran, guru dapat menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan
karakteristik siswa. Temuan penelitian ini membuktikan bahwa penerapan
metode pembelajaran tertentu pada kelompok subyek yang berbeda karakteristiknya
akan memberikan hasil belajar yang berbeda pula.
Agar pembelajaran dengan menggunakan
metode discovery dapat berjalan lebih efektif, rnaka peran sebagai sarana unjuk
kerja siswa dalam upaya membuktikan hipotesis dari permasalahan yang dihadapi
siswa, harus lebih dioptimalkan. Hal lainnya adalah, siswa harus lebih banyak
didekatkan sebanyak mungkin pada kenyataan bahwa segala fenomena yang ia
temukan di dunia ini, adalah dapat dipelajari dari pendekatan, sehingga ia
merasa tertarik untuk mempelajari secara lebih baik.
Agar pembelajaran dengan menggunakan
metode diskusi kelompok dapat berjalan lebih efektif, diusahakan setiap siswa
dalam satu kelompok diberi subpokok bahasan yang berbeda, sehingga setiap siswa
memiliki peran dan tanggung jawab yang sama dalam upaya membantu teman satu
kelompoknya, sehingga beban siswa yang memiliki kemampuan akademis lebih baik
dari yang lain dapat dikurangi. Di samping
itu, interaksi siswa ditingkatkan dengan
membuat satu kelompok lanjutan, dimana setiap siswa yang memiliki subpokok
bahasan yang sama dari setiap kelompok bergabung kembali membuat kelompok ahli,
kemudian dari diskusi. kelompok ahli, kembali lagi ke kelompok asal. Sehingga
interaksi sesama siswa dapat terjadi berulang-ulang kali. Semakin banyak
interaksi yang terjadi semakin besar efektivitas pembelajaran diskusi kelompok.
Dalam penelitian ini,, metode
pembelajaran discovery sangat sesuai dengan siswa yang memiliki.
karakteristik motivasi belajar tinggi, dan kurang membantu bagi siswa yang
memiliki motivasi belajar rendah. Sedangkan pada pembelajaran menggunakan
metode diskusi kelompok, bersesuaian dengan tingkat motivasi belajar siswa baik
rendah maupun tinggi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar