PROPOSAL PENELITIAN KUANTITATIF
Judul
:
“ PENGARUH CARA BELAJAR DENGAN HASIL
BELAJAR SISWA SMKN 7 JAKARTA”
1. Latar Belakang Masalah
Pendidikan
mempunyai peran yang sangat strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya
manusia dan upaya mewujudkan cita - cita bangsa Indonesia dalam mewujudkan
kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Pemerintah merumuskan
dalam Undang-Undang Republik Indonesia No 20 tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional yang menjelaskan bahwa pendidikan dilakukan agar
mendapatkan tujuan yang diharapkan bersama yaitu:
“Pendidikan
nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban
bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan
untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”
(Pasal 3 UU RI No 20/ 2003). Jadi jelaslah pendidikan merupakan kegiatan yang
dilakukan dengan sengaja agar anak didik memiliki sikap dan kepribadian yang
baik, sehingga penerapan pendidikan harus diselengggarakan sesuai dengan Sistem
Pendidikan Nasional berdasarkan UU No 20/ 2003. Menurut UU RI No 20/ 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional jenis dari pendidikan menengah salah satunya
adalah sekolah menengah kejuruan (SMK). Penjelasan pasal 15 menjelaskan bahwa “
Pendidikan
kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkanpese rta diklat terutama
untuk bekerja dalam bidang tertentu”. Pemberlakuan kurikulum 2004 dilaksanakan
dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
merupakan upaya antisipatif untuk mencegah kesenjangan antara hasil pendidikan
dengan tuntutan kebutuhan masyarakat yang akan selalu berkembang. Kesenjangan
antara hasil pendidikan kejuruan dengan tuntutan kebutuhan masyarakat terlihat
dari tingkat pengetahuan dan penguasaan ketrampilan lulusan SMK yang masih
belum sepadan dengan tuntutan dunia kerja, serta belum sesuainya bidang
keahlian mereka dengan bidang-bidang pekerjaan yang dibutuhkan dunia kerja.
Masalah tersebut menjadi sebab meningkatnya jumlah lulusan SMK yang mengganggur
dan mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan sesuai dengan ijasah kejuruannya.
Sejalan dengan pemberlakuan kurikulum SMK edisi 2004 dalam rangka meningkatkan
mutu pendidikan kejuruan , masalah yang harus mendapat perhatian adalah masalah
cara belajar siswa. Mengingat keberhasilan pencapaian tujuan belajar tidak
hanya semata-mata ditentukan faktor kurikulum melainkan factor cara belajar
yang juga sangat menentukan berhasil tidaknya kegiatan pendidikan. Thabrany(1993)
mengemukakan bahwa cara belajar merupakan faktor kunci yang menentukan berhasil
tidaknya belajar. Hal ini sangat penting mengingat siswa SMK disiapkan sebagai
tenaga kerja terampil guna memasuki dunia kerja. Dalam hal ini agar tujuan
tersebut tercapai maka tingkat penguasaan dan keterampilan serta bidang
keahlian lulusan SMK harus sesuai dengan tuntutan kebutuhan dunia kerja.
Cara belajar
merupakan suatu cara bagaimana siswa melaksanakan kegiatan belajar misalnya
bagaimana mereka mempersiapkan belajar, mengikuti pelajaran, aktivitas belajar
mandiri yang dilakukan, pola belajar mereka, cara mengikuti ujian. Kualitas
cara belajar akan menentukan kualitas hasil belajar yang diperoleh. Cara
belajar yang baik akan menyebabkan berhasilnya belajar, sebaliknya cara belajar
yang buruk akan menyebabkan kurang berhasil atau gagalnya belajar [The Liang
Gie (1984)].
Masalah cara
belajar dewasa ini perlu mendapat perhatian karena kualitas cara belajar siswa
SMK cukup memprihatinkan. Dari hasil pengamatan dan wawancara peneliti kepada
siswa SMK PGRI 2 Malang khususnya kelas 1 Jurusan Administrasi Perkantoran
umumnya mereka kurang memiliki kemauan bekerja keras untuk meraih keberhasilan/
prestasi belajar. Mereka umumnya hanya belajar saat menghadapi ujian, jarang
sekali melakukan studi atau belajar secara rutin. Sukir (1995) mengemukan bahwa
masih cukup banyak siswa yang mempunyai cara belajar kurang baik seperti
belajar dengan waktu yang tidak teratur (tidak memiliki jadwal), belajar sambil
menonto nTV atau mendengarkan radio, melakukan belajar dengan berpindah-pindah,
sering terlambat masuk sekolah, dan hanya belajar pada waktu menghadapi ujian
saja.
Buruknya cara
belajar merupakan salah satu faktor penyebab rendahnya hasil belajar sehingga menyebabkan
menurunnya mutu pendidikan. Slameto (2002) mengemukakan bahwa faktor cara belajar
yang buruk merupakan penyebab masih cukup banyaknya siswa yang sebenarnya
pandai tetapi hanya meraih prestasi yang tidak lebih baik dari siswa yang
sebenarnya kurang pandai tetapi mampu meraih prestasi yang tinggi karena
mempunyai cara belajar yang baik.
Aspek lain
yang perlu mendapat perhatian berkaitan dengan cara belajara siswa adalah
karakteristik mata diklat yang dipelajari. Setiap mata diklat memiliki sifat maupun
ciri khusus yang berbeda dengan mata diklat lainnya. Menurut Winkel (1996: 245)
dilihat dari segi sasaran belajar karakteristik mata diklat dibedakan menjadi
1) Menuntut kemampuan pengetahuan, 2) Mengutamakan aspek sikap, 3) Mengutamakan
aspek ketrampilan. Dari hasil observasi awal di SMKN 7 Jakarta, saat penulis melakukan
penelitiandi SMKN 7 Jakarta diperoleh data bahwa sebagian siswa mengalami
kesulitan dalam menerima dan mempelajari materi pelajaran Prosedur Pembuatan Aniamsi
2D. Kesulitan yang dihadapi siswa dalam materi tersebut mungkin disebabkan oleh
cara belajar yang kurang sesuai. Dimana pada akhirnya masalah ini berdampak
pada rendahnya prestasi belajar siswa dilihat dari nilai Ulangan Harian siswa
Cara belajar bukanlah satu-satunya
variabel yang berhubungan dengan prestasi belajar yang dicapai oleh siswa.
Masih banyak variabel lain yang mempengaruhi antara lain motivasi dan minat
belajar, lingkungan, sarana,prasarana, guru, dan lain sebagainya. Jadi dalam
penelitian ini hanya meneliti tentang cara belajar siswa, sehubungan dengan
masih rendahnya prestasi belajar yang dicapai oleh siswa.
Berdasarkan
latar belakang yang telah dijelaskan diatas maka penulis bermaksud mengadakan
penelitian tentang “Pengaruh Cara Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas
XI Jurusan Multimedia Pada Mata Diklat Melakukan Prosedur Pembuatan Aniamsi 2D
di SMK N 7 Jakarta Tahun Pelajaran 2013/2014”
2.
Rumusan
masalah
Berdasarkan latar belakang masalah
yang telah dijelaskan di atas maka rumusan
masalah dalam penelitian ini adalah:
1)
Bagaimana
pola-pola cara belajar siswa kelas XI pada mata diklat Melakukan Prosedur Pemuatan
Animasi 2D di SMKN 7 Jakarta?
2)
Bagaimana
prestasi belajar siswa kelas XI pada mata diklat Melakukan Prosedur Pemuatan
Animasi 2D di SMKN 7 Jakarta ?
3)
Adakah
pengaruh cara belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa kelas XI pada mata
diklat Prosedur Pemuatan Animasi 2D di SMKN 7 Jakarta ?
3.
Tujuan
Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas
dapat diketahui tujuan dari penelitian yaitu:
1)
Mengetahui
tentang pola-pola cara belajar siswa siswa kelas XI pada mata diklat Melakukan
Prosedur Pemuatan Animasi 2D di SMKN 7 Jakarta.
2)
Mengetahui
prestasi belajar siswa kelas XI pada mata diklat Melakukan Prosedur Pemuatan
Animasi 2D di SMKN 7 Jakarta.
3)
Mengetahui
pengaruh cara belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa kelas XI pada mata
diklat Melakukan Prosedur Pemuatan Animasi 2D di SMKN 7 Jakarta.
4. Hipotesis penelitian
Menurut PPKI
(2000: 12) “hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian
yang secara teoritis diangggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat
kebenarannya”. Sehubungan dengan permasalahan penelitian ini yaitu mengenai ada
tidaknya pengaruh cara belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas kelas XI
pada mata diklat Melakukan Prosedur Pemuatan Animasi 2D di SMKN 7 Jakarta Tahun
Pelajaran 2013/2014 hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah:
1)
Ha
: Ada pengaruh yang signifikan antara cara belajar terhadap prestasi belajar
siswa kelas XI pada mata diklat Melakukan Prosedur Pemuatan Animasi 2D di SMKN
7 Jakarta tahun 2013/2014.
2)
Ho
: Tidak ada pengaruh yang signifikan antara cara belajar terhadap prestasi
belajar siswa kelas XI pada mata diklat Melakukan Prosedur Pemuatan Animasi 2D
di SMKN 7 Jakarta tahun 2013/2014.
Hipotesis
yang diajukan selanjutnya akan diuji kebenarannya dengan bantuan statistik
dengan data-data yang terkumpul.
5.
Manfaat
Penelitian
Hasil penelitian ini
diharapkan bermanfaat bagi:
1)
Bagi
Universitas Negeri Malang.
Dalam
rangka pengembangan ilmu pengetahuan untuk penelitian selanjutnya hasil
penelitian ini diharapkan memberikan sumbangan pengetahuan tentang prestasi
belajar yang ada hubungannya dengan cara belajar yang dimiliki siswa.
2)
Bagi
Sekolah Menengah Kejuruan SMKN 7
Dengan
mengetahui pengaruh cara belajar terhadap prestasi belajar maka diharapkan
dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan dalam rangka pembinaan dan
pengembangan sekolah yang bersangkutan.
3)
Bagi
Guru
Sebagai
masukan dalam mengelola dan meningkatkan strategi belajar mengajar serta mutu
pengajaran. Dengan mengetahui pola-pola cara belajar siswa maka guru dapat
menyesuaikan proses belajar mengajar yang diciptakan.
4)
Bagi
Siswa
Dengan
mengetahui pengaruh cara belajar terhadap prestasi belajar maka diharapkan
dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menyesuaikan cara belajar
sehingga dapat diperoleh prestasi yang memuaskan.
5)
Bagi
Penulis
Penelitian
ini diharapkan dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan dengan terjun langsung
ke lapangan dan memberikan pengalaman belajar yang menumbuhkan kemampuan dan
ketrampilan meneliti serta pengetahuan yang lebih mendalam terutama pada bidang
yang dikaji.
6.
Asumsi
Penelitian
Menurut PPKI (2000: 13) “asumsi
penelitian adalah anggapan-anggapan dasar tentang suatu hal yang dijadikan
pijakan berfikir dan dalam melakukan penelitian”.
Dalam melakukan penelitian ini
peneliti menggunakan beberapa asumsi dasar sebagai berikut:
1.
Perbedaan
tingkat intelegensi dianggap tidak mempunyai pengaruh yang berarti
2.
Masing-masing
siswa belajar menurut caranya sendiri.
3.
Semua
siswa memperoleh fasilitas dan kesempatan yang sama dalam menerima pelajaran
mata diklat Melakukan Prosedur Administrasi.
4.
Sekolah
telah melaksanakan evaluasi belajar secara benar sehingga nilai-nilai hasil
belajar siswa pada mata diklat Melakukan Prosedur Administrasi yang tercantum
didalam buku raport semester gasal merupakan pencerminan prestasi belajar siswa
yang sesungguhnya.
7.
Ruang
Lingkup dan Keterbatasan Penelitian
1.
Ruang Lingkup Penelitian
Ruang
lingkup ini meliputi cara belajar dan prestasi belajar mata diklat Melakukan
Prosedur Administrasi. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua siswa kelas XI
pada mata diklat Melakukan Prosedur Pemuatan Animasi 2D di SMKN 7 Jakarta tahun
2013/2014.
Penjabaran
variabel, sub variabel dan indikator pada tabel 1.
2.
Keterbatasan Penelitian
Dalam
penelitian di SMK PGRI 2 Malang ini peneliti hanya membatasi pada hal-hal
tertentu saja yaitu:
1.
Penelitian
ini hanya menggunakan sampel siswa kelas XI di SMKN 7 Jakarta tahun 2013/2014.
2.
Prestasi
belajar siswa pada mata diklat Melakukan Prosedur Pemuatan Animasi 2D.
8.
Definisi
Oprational
Untuk menghindari persepsi dan
kesamaan konsep dalam mengartikan istilah maka perlu ditegaskan beberapa
istilah sebagai berikut:
1.
Pengaruh
adalah hubungan sebab-akibat yang ditimbulkan oleh dua variable (variabel bebas
dan variabel terikat).
2.
Cara
belajar siswa adalah cara atau strategi siswa dalam usahanya mencapai prestasi
belajar yang diharapkannya. Pada penelitian ini penulis membagi cara belajar
menjadi 5 yaitu persiapan belajar, cara mengikuti pelajaran, aktifitas belajar,
pola belajar dan cara mengikuti ujian.
3.
Belajar
merupakan suatu proses usaha yang dilakukan sesorang untuk memperoleh suatu
perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil
pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya
4.
Prestasi
belajar adalah hasil usaha kegiatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk
simbol, angka, huruf, maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah
dicapai oleh siswa dalam periode tertentu. Dalam hal ini prestasi belajar siswa
diukur berdasarkan nilai raport siswa kelas XI di SMKN 7 Jakarta tahun
2013/2014 dengan alasan data mudah didapat serta obyek yang akan diteliti masih
berada disekolah tersebut sehingga dapat mengisis angket yang disebarkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar